DARE TO LEAD: Membentuk Kepemimpinan Pemberani di Era SDM Manusiawi
🧠PART 1 – Krisis Kepemimpinan di Era Profesional Manusiawi
“Bukan era pemimpin sempurna. Ini era pemimpin yang berani terlihat nyata.”

🔍 A. Dunia Kerja Sudah Berubah. Kepemimpinannya Sudahkah?
Dunia profesional hari ini tidak lagi bergerak linear.
Ia berubah cepat. Tidak bisa ditebak. Dan semakin kompleks.
Kita menghadapi gelombang besar:
- Disrupsi digital yang mendesak organisasi untuk agile dan kolaboratif
- Model kerja hybrid yang menuntut kepemimpinan berbasis kepercayaan, bukan kontrol
- Generasi baru di dunia kerja—Gen Z dan milenial—yang ingin bekerja bukan hanya untuk uang, tapi untuk makna
Fakta lapangan pun memperkuat itu:
📊 70% tenaga kerja global disengaged—tidak merasa terhubung secara emosional dengan pekerjaan atau organisasinya (Gallup, 2023)
📊 Generasi muda mencari pemimpin yang autentik, bukan otoriter. Mereka ingin mendengar bukan hanya “apa” yang harus dikerjakan, tapi juga “mengapa” (Deloitte Millennial Survey, 2023)
Dalam realitas ini, gaya kepemimpinan lama yang kaku dan berbasis jabatan sudah tidak relevan.
⚠️ B. Kepemimpinan Lama Tak Lagi Cukup
Sayangnya, banyak organisasi masih bertahan dengan paradigma kepemimpinan berbasis kekuasaan dan kendali:
- Pemimpin harus tahu segalanya
- Pemimpin harus selalu kuat
- Pemimpin tidak boleh terlihat rapuh
Padahal, justru di era kompleks seperti ini, manusia ingin dipimpin oleh manusia. Bukan oleh sosok sempurna, tapi oleh sosok yang bisa mendengarkan, membuka ruang aman, dan memimpin dengan empati.
Beberapa fakta menyedihkan yang perlu kita refleksikan bersama:
âť— Pemimpin yang tidak menunjukkan empati membuat timnya 3x lebih rentan resign (Harvard Business Review, 2022)
❗ Banyak pemimpin mengalami silent burnout—terjebak dalam ekspektasi untuk selalu tampil tangguh, padahal mereka lelah dan kesepian
âť— Budaya kerja penuh tekanan dan tidak aman secara emosional menutup ruang inovasi dan pertumbuhan
Ini bukan hanya soal kinerja tim. Ini soal masa depan organisasi.
🔄 C. Saatnya Mengubah Arah: Kita Butuh Paradigma Baru
Dalam kekacauan ini, satu hal menjadi jelas:
Kita tidak sedang kekurangan pemimpin hebat,
kita kekurangan pemimpin yang berani untuk menjadi nyata.
Inilah titik tolak munculnya konsep kepemimpinan baru yang semakin relevan: Dare to Lead, yang dikembangkan oleh Dr. Brené Brown, peneliti keberanian, kerentanan, dan empati dari University of Houston.
Dare to Lead bukan sekadar teori motivasi. Ini adalah pendekatan kepemimpinan yang radikal namun sangat manusiawi—berbasis pada tiga inti:
- Vulnerability (Kerentanan):
Keberanian untuk hadir secara utuh, bahkan ketika kita belum tahu hasil akhirnya. - Values (Nilai):
Kepemimpinan yang bukan sekadar prosedural, tapi dikomandoi oleh kompas nilai yang hidup. - Courage (Keberanian):
Keberanian untuk mengambil risiko emosional demi koneksi, pertumbuhan, dan inovasi.
“Leadership is not about titles. It’s about the courage to show up when you can’t predict the outcome.”
— Brené Brown
Konsep ini mengubah persepsi lama tentang pemimpin:
Dari yang harus kuat → menjadi yang bisa dipercaya.
Dari yang memberi perintah → menjadi yang membuka ruang dialog.
Dari yang harus sempurna → menjadi yang mau hadir dengan keberanian dan empati.
âŹď¸Ź Ke Mana Kita Akan Melangkah?
Kepemimpinan pemberani bukan kemampuan bawaan.
Ia adalah keterampilan emosional yang bisa dibentuk.
Di Part 2 dari seri ini, kita akan membedah 4 Pilar Dare to Lead secara mendalam dan aplikatif:
- Bagaimana membangun budaya trust dan psychological safety?
- Apa peran nilai pribadi dalam membuat keputusan sulit?
- Dan bagaimana organisasi bisa memfasilitasi pemimpin untuk “belajar bangkit” setelah gagal?
Karena keberanian bukan berarti tidak takut—tapi terus berjalan, meski bersama rasa takut itu.
📬 Ingin mengembangkan pemimpin yang berani dan manusiawi di organisasi Anda?
Kami telah membantu organisasi sektor swasta, pemerintahan, dan nirlaba membangun budaya kepemimpinan baru yang otentik, berbasis keberanian dan empati.
Hubungi kami untuk kolaborasi pelatihan, coaching, atau program transformasi SDM berbasis Dare to Lead.
